Berkunjung ke Healesville Sanctuary (Surganya Native Australian Animals)

Healesville Sanctuary

Healesville Sanctuary

Kalau sudah berkunjung ke Victoria-Australia, belum lengkap kiranya sebelum mengunjungi HEALESVILLE SANCTUARY. Alhmadulillah, Kamis 17 Pebruari 2011 kemarin saya berkesempatan untuk mengunjugi cagar alam yang sangat terkenal di salah satu negara bagian Australia.

Hamparan perkebunan anggur

Dari Deakin University, Melbourne, perjalanan menuju Healesville Sanctuary memakan waktu kurang lebih 2 jam. Di sepanjang perjalanan, anda akan disungguhkan dengan pemandangan khas pedalaman Australia yang jarang anda lihat di kota besar seperti Melbourne, Sydney atau Canberra. Di kiri kanan akan terlihat segerombolan biri-biri yang menggemaskan. Tidak hanya itu, hamparan perkebunan anggur dan strawberry yang menggoda pun menambah indahnya perjalanan.

Bagi saya pribadi, motif saya mengunjungi Healesville Cuma satu yaitu ingin melihat KOALA yang merupakan hewan yang sangat terkenal dank has di benua Australia selain KANGGURU. Karena sebelumnya telah melihat kangguru di Geelong (kota tempat saya tinggal), maka perjumpaan saya dengan si koala tentu saja menjadi saat-saat yang paling ditunggu dan dinantikan.

Waktu telah menunjukkan pukul 12.30 siang ketika kami tiba di Healesville. Dipintu gerbang, kami disambut oleh dua orang guide yang ramah berseragam hijau botol. Setelah melakukan pendaftaran pengunjung (membeli tiket), kami dengan antusias memasuki kawasan kebun binatang tersebut. Saya sangat excited karena ini lah UNTUK PERTAMA KALINYA saya mengunjungi kebun binatang seumur hidup saya (Hiks, bagai mimpi, sekali berkunjung langsung ke Healesville Sanctuary).

si EMUS yang sombong

Anyway, hewan yang pertama sekali kami jumpai adalah si burung onta (EMUS). Saya sempat bernarsis ria dengan si Emus yang pada hari itu kelihatan sombong banget (habisnya dipanggil-panggil dia kagak respon malah akhirnya pergi sambil goyangin pantatnya yang tonggek, ampyun deh…. -_-! ).  Saya baru tahu lho, ternyata EMUS itu tidak mengerami telurnya. Dari ‘rumah’nya si Emus, akhirnya sayapun berkenalan juga dengan si KOALA. Asumsi saya tentang koala selama ini ternyata SALAH TOTAL. Tahu tidak Ternyata koala TIDAK BEREKOR LHO (SHOCK)….!!! (What?! Kalian sudah tahu ya, hiks, duduls).

KOALA yang sedang mematung

Perjumpaan kami memang tragis, saya sempat mengira si koala yang sedang mematung di sebatang pohon adalah palsu karena tidak bergerak sama sekali. Saya dan rombongan menjadi curiga, dan memperhatikan si koala tersebut dengan seksama, dan… ternyata… oh ternyata… si Koalanya lagi PUBS….. yaik…. Sungguh terlalu…. Hilanglah sudah kekaguman saya pada si-koala L Ternyata si koala kalau lagi pubs jadi patung alias tidak bergerak sama sekali (manusia juga gitu kali…. lagi konsentrasi ngeden sambil nyinden dalam hati… hahahahahaha). KOALA betinaYang membedakan antara koala jantan dan betina adalah dari warnanya. Koala jantan memiliki bulu-bulu yang berwarna lebih gelap dari koala betina.

ECHIDNA

Tak jauh dari tempat si Koala saya melihat tetangga disebelahnya ECHIDNA (LANDAK) yang tampaknya malu-malu… Waktu mau jepret eh…  dianya langsung bersembunyi di belakang kayu (dasar… sadar kali yeee… klo lo jelek… WeQ). Viola… Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya ia muncul juga.

Sepanjang perjalanan, anda tidak akan kesulitan untuk menemukan keran air minum begitu juga toilet yang selalu bersih dan wangi. Mereka akan selalu SETIA (SEtiap TIkungan Ada, hehe) menemani perjalanan anda.

Gerombolan KANGGURU yang sedang bermalas-malasan

Tak beberapa lama kemudian kami tiba di kawasan ‘perumahan’ kangguru. Tapi sayang, kita hanya bisa melihat mereka dari jauh, dan waktu itu para kangguru terlihat sangat malas jadi cuma tidur-tiduran, hanya sesekali mereka terlihat berjalan tapi tidak melompat (sungguh mengecewakan). Mungkin mereka terlalu nyaman dengan ‘rumahnya’ sehingga betah saja guling-guling diatas jerami.

Bermain dan berlompat bersama kangguru di ANGLESEA

Berbeda sekali dengan Kangguru yang sempat saya lihat di Anglesea –Geelong beberapa waktu yang lalu, dimana kanggurunya hidup di alam liar. Walaupun mereka diawasi, mereka dibiarkan bebas mencari makan dan bermain di lapangan golf. Saya bahkan sempat berfoto jarak dekat dengan kangguru di Anglesea dan ikutan lompat-lompatan dengan mereka… (hahaha… untung kagak ditendang, wkwkwkwkw…). Therese yang mengajak kami saja sampai heran karena saya bisa berfoto demikian ‘intim’ dengan si gerombolan pelompat, padahal dia sendiri saja tidak pernah berfoto sedekat itu).

AUSTRALIAN WILDLIFE HEALTH CENTRE

Anyway… kembali ke ‘jalan yang lurus’ alias ke Healesville Sanctuary, setelah menikmati melihat kangguru yang sedang bermalas-malasan, kami kemudian menuju ke AUSTRALIAN WILDLIFE HEALTH CENTRE  yang merupakan rumah sakit bagi hewan-hewan yang berada disini. Satu kata untuk rumah sakit ini, Amazing… perlengkapannya sungguh lengkap dan canggih. Saya sungguh terpana dengan ruangan-ruangannya yang bersih dan higenis. Disini juga kita bisa melihat langsung rekaman hewan yang sedang di operasi secara live. Saya sampai hampir mutah melihatnya sehingga saya langsung beranjak dari sana. Hanya yang saya tahu nama pasien malang yang sedang dioperasi itu adalah WALLABY. Ruangan berikutnya adalah tempat diagnose alias bagian FORENSIK dimana hewan-hewan yang telah mati di analisa dan diteliti untuk kemudian diketahui sebab-sebab kematiannya. Hm…. Luar biasa, bukan. Selanjutnya saya melihat sebuah pemandangan yang membuat ngiler, ada buah-buahan beraneka jenis yang segar-segar… dan ternyata itu semua adalah makanannya kangguru dan hewan-hewan dikebun binatang ini. Hm… enaknya…. makanannya  aja mewah gitu, pantesan hewan-hewan disini pada sombong dan malas-malas… Hewan-hewan kelas ELITE sih… wkwkwkwkw.

PLATYPUS

Hewan lainnya yang tak kalah terkenal di Aussie adalah PLATYPUS, si mamalia yang hidup di air dengan bibir seperti bebek. Memasuki ‘rumah’ platypus, suasana berubah menjadi mencekam karena hanya ada sedikit cahaya. Baru saya ketahui kemudian ternyata Platypus sangat peka terhadap cahaya. Kami tidak dibenarkan mengambil foto dengan ‘flash’.

Setelah istirahat dan makan siang selama 20 menit, perjalanan di lanjutkan ke REPTILE HOUSE. Australia memang terkenal dengan spesias ularnya yang berbahaya. Tak kurang dari 12 spesies ular paling mematikan di dunia terdapat di benua ini. Saya yang memang benci sekali dengan ular tentu merasakan perasaan dan suasana yang berbeda ketika melihat mereka secara dekat. Kami tiba disaat yang tepat karena ada pertunjukkan dimana saya berkesempatan melihat presentasi singkat tentang ular-ular. Para presenter dengan semangat 45 menjelaskan tentang ular-ular tersebut dan berkali-kali menyakinkan bahwa ular tidak menakutkan (are you sure, Mister..!!!) dan harus dilindungi. Para presenter tersebut dengan antusias mengajak anak-anak memegang atau mengelus ular-ular tersebut untuk membuktikan bahwa ular tidak menakutkan seperti yang mereka bayangkan. Saya sendiri berkesempatan untuk mengelusnya secara langsung. Tapi sayang, si presenter tidak mengizinkan kami untuk memegangnya jadi cuma boleh dielus saja.

TASMANIAN DEVIL

Dari rumah ular, kami kemudian mengunjungi TASMANIAN DEVILS. Penampilan si Tasmanian devil ini sungguh seram seseram namanya dengan bulu-bulu lebat berwarna hitam menutupi seluruh tubuhnya. Ternyata dia adalah makhluk yang tidak sosial dan tidak begitu menyukai kehadiran manusia. Dinamakan TASMANIAN karena memang dia berasal dari TASMANIA (negara bagian Australia).

Bird Flight Arena

Waktu telah menunjukkan pukul 2.30, saatnya pertunjukkan BIRD OF FRAY, di Flight Arena (dialam terbuka). Menyaksikan pertujukkan ini saya seperti dibawa ke negeri dogeng yang dipandu oleh dua orang presenter yang dengan kecakapannya ia mampu mengajak burung-burung untuk beratraksi menunjukkan kebolehannya. Yang membuat saya berdecak kagum adalah burung-burung tersebut merupakan spesies langka dan khas dari benua Australia, diantaranya Orange-Bellied Parrots, Black, White, and colourful Cockatoos (yang terakhir ini saya namakan sendiri karena bulunya bercorak beraneka warna) sangat indah sekali, Eagle, White-Owl, dan banyak lagi yang saya tidak ingat (makin bertambah umur makin pelupa ne). Burung-burung itu terbang mengelilingi penonton sambil membuat atraksi-atraksi yang mengundang decak kagum dan tepukan tangan riuh dari penonton. Ada juga adegan dimana si presenter bercakap-cakap dengan parrots yang mengundang gelak tawa. Pertunjukkan ini berlangsung selama 30 menit, dan berakhir dengan penjelasan dari si presenter tentang bertapa pentingnya kita menjaga alam dan lingkungan sekitar kita demi kelangsungan makhluk hidup. Ia juga menekankan kita untuk memberikan kontribusi kepada alam walaupun kecil dengan cara mengurangi pemakaian tisu toilet atau kertas. Karena untuk menghasilkan tisu toilet dan kertas, kita telah melakukan penebangan pohon.  Kalau saya boleh berkomentar, pertunjukkan BIRD OF PREY adalah yang paling amazing dan spektakuler di Sanctuary ini.

Kangaroo Apple

Di Healesville Sanctuary, kita dapat menyaksikan berbagai satwa langka (endangered species) khususnya dari benua Australia. Yang saya sebutkan hanya sebagian diantaranya dan tentunya yang paling menarik perhatian saya. Ditempat ini pula saya temukan sebuah tumbuhan yang khas dan hanya ada di Autralia dan Tasmania, yang dinamakan Kangaroo Apple (Solanum laciniatum). Konon katanya buah yang berwarna hijau dari tumbuhan ini adalah racun yang sangat berbahaya (toxic alkaloid solasodine) dan bersifat mematikan. Tapi kalau sudah matang dan berwarna merah, buah ini digunakan oleh wanita dari suku aborigin (Native Australian) sebagai alat kontrasepsi alami dengan cara dimakan. Buah yang berwarna merah ini kemudian dikembangkan sebagai bahan dasar pembuatan steroid contraceptives (kontrasepsi hormonal). Luar biasa, bukan…!!! Tumbuhan  ini akan sering anda jumpai di kawasan sanctuary ini. Ketika si pemandu menjelaskan buah tersebut, terbersit keinginan saya untuk membawa pulang buah yang berwarna hijau dan merah tersebut, tapi sayang… saya tidak tahu harus diberikan kepada siapa, hahahaha… Anda bisa googling kalau ingin mengetahui lebih ‘dalam’ tentang tumbuhan yang satu ini.

Demikianlah cerita perjalanan saya mengunjungi HEALESVILLE SANCTUARY. Benar-benar pengalaman yang berharga. Saya membawa pulang bermacam-macam ilmu dan pengetahuan tentang native Australian animals dari tempat ini. Diantara hewan-hewan langka khas benua Australia adalah: Kangguru, Koala, Emus, Platypus, Wallaby, Wombats, Dingoes, Tasmanian devil, Enchinda, Prange-Bellied Parrots, Blue-Tongued Lizard, Goanna, Woodland Birds, Pelican, Kookaburras, Lyrebirds, Wetland Bird, Barn Owl, dan masih banyak lagi hewan-hewan langka dan berbisa lainnya termasuk dari jenis ular di benua Australia ini. Saya sangat bersyukur karena pernah mengunjungi salah satu cagar alam yang paling terkenal di benua Australia ini sebelum pulang ke tanah air tanggal 26 nanti.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda

Ama Atiby (18/02/2011)

About lovewatergirl

(Aku adalah aku... Tidak akan ada yang seperti aku...) Aku hanya akan menjadi diriku sendiri.
This entry was posted in Reportase and tagged , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Berkunjung ke Healesville Sanctuary (Surganya Native Australian Animals)

  1. visit us says:

    japan is in a crisis right now

  2. Im impressed, I should say. Extremely rarely do I come across a blog thats both informative and entertaining, and let me tell you, youve hit the nail on the head. Your blog is important; the issue is something that not sufficient men and women are talking intelligently about. Im actually happy that I stumbled across this in my search for something relating to this issue.

  3. Great weblog, I’m going to spend a lot more time reading about this topic

  4. I must express thanks to the writer just for bailing me out of this particular instance. After searching throughout the the net and meeting suggestions which are not pleasant, I figured my life was done. Being alive without the strategies to the problems you have sorted out by means of your guide is a crucial case, and the kind that might have in a wrong way affected my career if I had not discovered your site. Your ability and kindness in taking care of every aspect was very helpful. I’m not sure what I would have done if I hadn’t come upon such a thing like this. I am able to at this point look ahead to my future. Thank you so much for your expert and result oriented guide. I won’t be reluctant to refer your web sites to anyone who would like guidance about this matter.

  5. Menemukan potensi diri memang bukan hal yang mudah, namun demikian, kesulitan itu bukan berarti tidak bisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s