Rahasia Tidur

“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha” (QS. Al-Furqan 25:47)

Hakikatnya tidur merupakan anugerah Allah SWT. Manusia menghabiskan sepertiga dari hidupnya untuk tidur. Tidur merupakan kebutuhan utama untuk menunjang aktifitas dan kegiatan kita sehari-hari. Setelah seharian kita mencurahkan energi dan stamina untuk beraktifitas, tubuh kita tentu membutuhkan rileksasi dan istirahat untuk memulihkan kembali energi dan stamina untuk hari selanjutnya. Meskipun tidur memegang peranan penting, tak jarang diantara kita memiliki masalah dengan frekuensi untuk tidur yang baik. Tidak ada ketetapan waktu yang dibutuhkan oleh setiap orang untuk tidur, karena masing-masing orang berbeda bergantung dari berbagai factor seperti genetik, usia, dan aktifitas yang dilakukannya. Rata-rata waktu tidur orang dewasa bervariasi antara 6 – 8 jam.

Pada kenyataannya, orang yang memiliki kebiasaan tidur larut malam cenderung mengalami kesulitan untuk bangun di pagi hari. Hal tersebut terjadi karena adanya gangguan pada tubuh yang biasanya disebut dengan ritme sikardian. Ritme sikardian adalah fluktuasi periodic yang teratur dalam system biologis kita dengan lama periode (dari puncak menuju puncak) 24 jam. Ritme ini menunjukkan proses adaptasi makhluk hidup terhadap perubahaan yang terjadi karena bumi berputar pada porosnya dan dikendalikan oleh jam biologis yang terletak dalam sebuah bagian kecil di hipotalamus yang berupa kumpulan sel yang berbentuk seperti tetesan air. Nah, ritme sikardian inilah yang berperan penting dalam menentukan pola tidur dan pola makan kita.

Aktivitas tidur pada manusia dipengaruhi oleh hormon melatonin dimana hormon tersebut akan bekerja maksimal pada waktu malam dan bekerja minimal di siang hari. Hormon inilah yang mengatur ritme sikardian. Akan tetapi, ada beberapa faktor lain yang secara aktif mempengaruhi tidur seseorang, yaitu pengaruh sinar pada retina mata yang dianggap paling ampuh memperngaruhi ritme sikardian pada manusia.

Tidur ala Rasulullah

Rasulullah sangat menganjurkan kita untuk tidak tidur setelah selesai shalat subuh karena disaat tersebut merupakan waktu dimana Allah melimpahkan rahmat-Nya ke muka bumi. Rasulullah memanfaatkan waktu setelah shalat subuh dengan membaca Al-Qur’an sembari mengingat sang pencipta, karena disaat itulah pikiran kita berada pada puncak konsentrasi dan bebas dari pikiran-pikiran yang bersifat duniawi. Setelah fajar, rasulullah menyempatkan dirinya untuk berbincang-bincang dan bertukar pikiran dengan sahabat-sahabatnya yang berjamaah dibelakangnya.

Dalam buku kumpulan Risalah an-Nur, Badiuzzaman Said Nursi menjelaskan tiga jenis tidur yang dilakukan di siang hari:

1. Ghaylula; yaitu tidur diwaktu sebelum subuh sampai empat puluh menit sampai matahari terbit (03.00 – 7.30 WIB). Diwaktu ini merupakan waktu yang kepepet (baca ‘dicela’) untuk melaksanakan shalat subuh walaupun masih sah. Tidur diwaktu tersebut sangat bertentangan dengan rasulullah, karena menurut hadits hal tersebut dapat berpengaruh pada menurunnya usaha, mata pencaharian dan penghidupan seseorang sehingga menjadi kurang berkah. Seharusnya di waktu tersebut menjadi saat yang tepat untuk mempersiapkan diri dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

2. Faylula; Yaitu tidur diantara waktu shalat Asar dan matahari tenggelam (16.00 – 18.30 WIB). Tidur diwaktu ini akan menyebabkan penyusutan hidup, yaitu membuat hidup menjadi lebih singkat dan membuat kita menjadi lesu dan mengantuk setelah terbangun. Seharusnya di waktu tersebut kita dapat merefleksikan pencapaian kita sepanjang hari tersebut. Melewatinya dengan tidur hanya akan membuat hidup menjadi tidak hidup.

3. Qaylula; Yaitu tidur sesaat diwaktu antara sebelum shalat dzuhur sampai waktu dzuhur atau setelah shalat dzuhur (12.00 – 13.00 atau 13.30 – 14.30 WIB). Tidur diwaktu tersebut disunannahkan oleh rasulullah karena dapat membuat seseorang terbangun untuk beribadah di malam hari (shalat malam). Tidur diwaktu tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup. Tidur di waktu Qaylula selama 30 menit setara dengan tidur diwaktu malam selama 2 jam, yang berarti dapat menambah 1,5 jam kehidupan seseorang yang dilakukan untuk beribadah dan bekerja.

Setiap hari, seiring dengan banyaknya kegiatan yang kita lakukan, kita cenderung mengabaikan kebutuhan tubuh kita untuk istirahat dan relaksasi, yang berakibat meningkatnya depresi, stress, dan memicu munculnya berbagai penyakit. Tidur yang cukup dan berkualitas dipercaya dapat membuat kita panjang umur, tetapi bukan berarti tidur seharian lho, yang katanya dapat beresiko kematian. Bukankah hidup ini terlalu singkat kalau hanya dihabiskan untuk tidur dan bermalas-malasan.

Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan anda tentang tidur dan memberikan masukan dalam memilih waktu yang tepat untuk tidur sehingga kehidupan anda lebih sehat dan bahagia tentunya. Insya Allah.

Salam

Ama Atiby

About these ads

About lovewatergirl

(Aku adalah aku... Tidak akan ada yang seperti aku...) Aku hanya akan menjadi diriku sendiri.
Gallery | This entry was posted in Lifestyle and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Rahasia Tidur

  1. Padahal kita semua sedari kecil sudah diajarkan untuk menghindari tidur terlampau malam dan bangun di siang hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s